Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)
Create your own banner at mybannermaker.com!

Peluang Bisnis Tiket Pesawat
Jangan Lewatkan Harga Tiket Pesawat Termurah di Wego.co.id !!

Berita Kapal

Jika anda merasa info ini berguna dan ingin mentraktir saya membeli minuman, silahkan mengklik link Donate dibawah ini, atau Klik Iklan Di Halaman Blog ini:


Berita Kapal


Kapal Angkut 28 Penumpang Tenggelam, 2 Tewas

Posted: 13 Jan 2013 04:22 AM PST

Kapal Angkut 28 Penumpang Tenggelam, 2 Tewas

Metrotvnews.com, Tual: KM Tanyado yang mengangkut 28 penumpang tenggelam di Laut Erngodan, Tual, Maluku. Kejadian itu mengakibatkan dua orang meninggal dan seorang penumpang hilang. Sedangkan sisanya selamat.

Kapal bertolak dari Tual menuju Kecamatan Pulau Tayando, Ahad (13/1). Namun, kapal dihantam ombak setinggi empat meter dan angin berkecepatan 45 knot per jam di Perairan Erngodan. Kapal pun karam.

Dua penumpang ditemukan meninggal. Keduanya bermana Samsia Kobakoran (30) dan Umar Rahakbau (7). Sementara seorang korban bernama Badaria Kobakoran (13) belum ditemukan.

Sebanyak 25 penumpang selamat. Mereka ditemukan tim gabungan Syahbandar Tual dan Polair Polres Malra.

Tim langsung mengevakuasi korban ke Pulau Erngodan dan Kota Tual. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Langgur. Sementara korban hilang masih dalam pencarian.(RRN)

sumber

Kapal Kecil Dilarang Berlayar

Posted: 13 Jan 2013 04:21 AM PST

Kapal Kecil Dilarang Berlayar

PONTIANAK - Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Pontianak memberi larangan berlayar terhadap kapal-kapal kecil. Ini dilakukan demi menjamin keselamatan kepada awak dan kapten kapal, agar terhindar dari cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Kalimantan Barat.

"Kapal kecil kita larang, namun kapal besar yang dianggap mampu berlayar, kita lepaskan," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KPLP Pontianak, Suhardi.

Dia mengakui, sejak Selasa (8/1) lalu telah memberi dan mengedarkan imbauan kepada nahkoda-nahkoda kapal. Peringatan tersebut sesuai data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar tentang cuaca alam ekstrem di perairan Indonesia. 

"BMKG mencatat gelombang naik setinggi tiga meter di laut lepas, disertai angin kencang. Untuk itu demi menjaga keselamatan, nahkoda dan awak kapal harus mematuhi dan mengikuti peraturan yang kita buat. Itu juga untuk kita bersama," ungkapnya.

Sementara untuk kapal tanker, tetap diperbolehkan berlayar karena sudah sesuai prosedur standarisasi kelayakan. Suhardi menambahkan, peraturan ini berlaku hingga satu pekan kemudian ke seluruh perusahaan pelayaran.  

Pergerakkan kondisi cuaca itu, kata dia, akan terus di-update berdasar keputusan BMKG. Selanjutnya, pihak Adpel akan mengumumkan kembali ke perusahaan pelayaran untuk lepas berlayar. 

"Jadi kalau ada kapal kecil yang tidak sesuai standarisasi berlayar di saat cuaca ekstrem, tetap akan kita larang. Namun untuk sanksinya, kita belum sampai ke sana, yang jelas pasti kita tegur. Inikan tidak berlangsung lama, pekan depan kapal kecil juga sudah boleh berlayar.  Untuk itu, kami minta kepada seluruh perusahaan pelayaran mau bekerjasama dan mengindahkan peringatan ini," pintanya.

Kepala Kantor SAR Pontianak Ida Bagus Gede Budisma mengakui, sejak beberapa hari terakhir cuaca kurang bersahabat untuk pelayaran karena gelombang tinggi dan angin kencang. Berkaitan dengan keberangkatan kapal-kapal, menurutnya itu sepenuhnya menjadi kewenangan serta tanggung jawab Adpel.

"Kita harapkan semua yang ingin berlayar hendaknya bersabar menunggu sampai cuacanya membaik untuk keselamatan kita semua. Jangan sampai SAR kerja. Kalau SAR kerja, berarti sudah musibah," ujarnya.(rmn/ron)

Setahun Tenggelam, Bangkai Kapal Costa Concordia Belum Dievakuasi

Posted: 13 Jan 2013 04:20 AM PST

Metrotvnews.com, Giglio: Bangkai kapal pesiar Costa Concordia belum juga dipindahkan setelah tenggelam hampir setahun. Keberadaan bangkai kapal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu ekologi perairan Pulau Giglio, Italia.

Kapal pesiar mewah Costa Concordia berkapasitas 500 penumpang itu tenggelam saat hendak merapat ke Pulau Giglio, Italia, setahun yang lalu. Kapal itu tenggelam setelah menabrak sebuah karang, di sekitar Pantai Tuscan. Sebanyak 32 orang tewas dalam insiden tersebut.

Para ilmuwan khawatir bahan bakar kapal yang masih tersisa dan ukuran kapal yang sangat besar dapat merusak ekosistem di perairan tersebut. Selain itu, bahan baku kapal yang mengandung racun juga dapat menimbulkan polusi. Akibatnya, kelangsungan hidup sekitar 1.500 warga Giglio yang mayoritas bergantung pada laut pun terancam.

Pemerintah Italia sebelumnya telah memberi batas waktu hingga akhir 2012 untuk evakuasi bangkai kapal. Namun, sejumlah kendala yang ditemui mengakibatkan pemindahan bangkai kapal diprediksi akan selesai September 2013.(Wrt1)

lihat videonya sumber disini

Muhaimin: TKI Mau Kerja Pelaut di Singapura? Cek Ini Dulu

Posted: 13 Jan 2013 04:17 AM PST

Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) secara bertahap mulai menggeser keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sektor domestic worker yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (TKI PLRT) di Singapura menjadi TKI formal.

Sebagai implementasinya, para TKI yang hendak bekerja di Singapura bakal dibekali keterampilan kerja dan kemampuan bahasa yang baik. Sehingga nantinya TKI domestic worker yang bekerja di Singapura harus berbasis pada empat jabatan kerja, yaitu housekeeper (pengurus rumah tangga),  cooker (tukang masak), baby sitter (pengasuh bayi/anak), dan caregiver (perawat jompo).

"Secara bertahap kita geser TKI domestic worker di Singapura menjadi TKI formal dengan jabatan kerja yang jelas. Kita jadikan Singapura sebagai salah satu pilot project penerapan Roadmap Zero Domestic worker 2017," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (13/1/2013).

Muhaimin mengatakan, kebijakan ini diambil sebagai persiapan awal penerapan roadmap zero domestic worker pada 2017 yang merupakan bagian dari upaya pembenahan penempatan dan perlindungan TKI serta perbaikan kualitas kompetensi kerja masyarakat Indonesia yang hendak bekerja di luar negeri.

"Dengan kebijakan baru pendekatan kerja TKI domestic worker di Singapura harus dilakukan secara formal yaitu harus ada terikat kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban yang jelas serta job desk-nya harus jelas," jelas Muhaimin.

Selain itu, lanjutnya, yang harus ditekankan adalah  adanya kejelasan standar gaji, one day off, jabatan kerja, uraian tugas dan jam kerja, serta tanggung jawab dan risiko bekerja yang tidak boleh membahayakan.

"Jadi harus ada pengakuan kerja berdasarkan jabatan dan profesi. Negara penempatan harus mengakui sebagai pekerja dengan jabatan dan profesi tertentu dengan memiliki hak-hak normatif  seperti hak jam kerja, hak libur, hak pendapatan sesuai standar minimal, standar upah atau jaminan sosial seperti pekerja formal lainnya," tegas Muhaimin.

Berdasarkan data Kemenakertrans, saat ini, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Singapura tercatat sebanyak 197.913 orang yang terdiri dari TKI informal sebanyak 104.437 orang, pelaut sebanyak 19.451 orang, Tenaga kerja sektor jasa sebanyak 11.521 orang, profesional sebanyak 9.137 orang, pelajar/mahasiswa 24.529 orang dan lain-lain 28.838 orang (ibu rumah tangga dan manula).

Ribuan Warga Enggano Bengkulu Terancam Terisolir

Posted: 13 Jan 2013 04:17 AM PST

Ribuan Warga Enggano Bengkulu Terancam Terisolir

Metrotvnews.com, Bengkulu: Sebanyak 2.600 jiwa warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, yang berjarak kurang lebih 120 mil dari Kota Bengkulu, hingga saat ini terancam terisolir akibat cuaca ekstrem.

Ancaman kelaparan  terjadi akibat kapal pengangkut barang sudah selama dua minggu tidak berani berlayar ke pulau terluar tersebut.
   
Hingga saat ini, sebanyak 125 penumpang yang merupakan warga Pulau Enggano masih terlantar di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu akibat kapal penumpang Pulo Tello tidak bisa berlayar dengan alasan gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia mencapai empat meter.

Sahrul,40, salahseorang warga Enggano di Bengkulu, Minggu (13/1),  mengatakan warga Enggano berada di Kota Bengkulu, sudah selama dua minggu hingga saat ini belum tahu kepastian kapan dapat berlayar ke Pulau Enggano kembali karena kapal Pulo Tello tidak bisa berlayar karena gelombang tinggi.
   
"Saya ke Bengkulu untuk berbelanja kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anak. Sedangkan selama dua minggu ini persediaan makanan keluarga di Enggano sudah mulai habis. Dan keluarga lainnya terancam kelaparan akibat tidak ada kapal yang berlayar membawa persediaan makanan," katanya.
   
Selain terancam kekurangan stok bahan makanan, banyak anak sekolah yang belum bisa masuk sekolah karena mereka sedang berlibur baik ke Enggano maupun dari Enggano ke Kota Bengkulu.
   
Kekhawatiran juga terjadi pada penumpang lainnya yang merupakan warga Enggano, karena kepastian mereka untuk berlayar menuju Enggano belum pasti.     Selain akibat gelombang yang tinggi mereka juga mendapat kabar bahwa kapal Pulo Tello akan menuju Jakarta untuk melakukan docking (perbaikan kapal) dan untuk kapal penggantinya belum jelas.
   
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Bengkulu Eko Agusrianto di Bengkulu, Minggu (13/1) mengatakan, warga Engggano untuk saat ini belum dapat kembali berlayar menuju kampung halamannya akibat cuaca ekstrim yang masih terjadi hingga saat ini.

"Hingga saat ini kapal belum dapat berlayar ke Pulau Enggano. Sesuai dengan instruksi dari BMG bahwa gelombang laut masih tinggi sehingga dapat membahayakan pelayaran," katanya. (MY/OL-2)

Hermanto Babak Belur Copet Penumpang Kapal

Posted: 13 Jan 2013 04:15 AM PST

Headline
INILAH.COM, Surabaya - Hermanto (27) warga Jagalan RT 03 RW 01 Kediri babak belur saat tepergok mencopet penumpang kapal Lauser tujuan Sampit di terminal pelabuhan Gapura Surya.

Aksi Hermanto pada Jumat (11/1/2013) sekitar pukul 20.30 WIB gagal total. Saat merogoh tas milik Rosita (40), warga asal Dusun Ampel Kecamatan Uluhan Rt 02 Rw 18 Jember, dia ketahuan penumpang lain.

"Tersangka melakukan aksi pencopetan ada di dalam kapal, karena berpura-pura sebagai penumpang, ketika sudah mendapatkan target (korban) langsung di ikuti," terang Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar, saat di konfirmasi beritajatim.com. Sabtu (12/01/2013) pagi.

Korban yang sudah naik kapal, tidak tahu menjadi incaran. Saat dia ke toilet dengan meninggalkan tas pakaian, Hermanto langsung menjalankan aksinya.

Aksi Hermanto digagalkan oleh salah satu penumpang yang meneriakinya copet. Tanpa sempat melarikan diri, Hermanto langsung cegat dan dihajar para penumpang. "Beruntung petugas keamanan cepat datang. Jika tidak, nyawa tersangka bisa tidak terselamatkan," kata AKP Lily. [beritajatim]

Dua ABK Tirta Samudra Ditemukan Tewas

Posted: 13 Jan 2013 04:12 AM PST

Dua ABK Tirta Samudra Ditemukan Tewas

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dua dari 14 anak buah kapal (ABK) Tirta Samudra XXI, ditemukan sudah meninggal. Diduga mereka tidak tertolong saat berada di dalam sekoci yang terombang-ambing di perairan Jepara selama lima hari.

Kedua ABK tersebut saat ini berada di kapal MV Budi Rahmadi yang membantu penyelamatan sejak Minggu (13/1) siang tadi. Kedua ABK itu, belum diketahui namanya, karena petugas gabungan Basarnas Semarang dan SAR Jepara masih melalukan evakuasi pada semua ABK.

"Kami belum diberi informasi dari koordinator siapa nama ABK yang tewas itu, karena semua hubungan komunikasi terputus sejak sore," kata Heri salah satu anggota SAR Semarang di kapal Rescuer yang bersandar di dermaga Tanjung Emas, Minggu (13/1).

Tim SAR Manado selamatkan 5 warga Filipina di laut

Posted: 12 Jan 2013 09:19 PM PST

Tim SAR Manado selamatkan 5 warga Filipina di laut
Tim SAR Manado selamatkan 5 warga Filipina di laut

MANADO. Lima warga asing asal Filipina diselamatkan dari tengah laut oleh Tim SAR Manado dengan menggunakan kapal penyelamat Rescue Boat (RB) 212, Sabtu (12/1/2013) sekitar pukul 10.00 Wita. Kelima WNA tersebut terdiri dari dua laki-laki dewasa, dua wanita dewasa dan seorang anak usia dua tahun.

Ketika diselamatkan mereka berada di sebuah rakit ikan pada koordinat 281 derajat Timur Laut dari Bitung. Tim SAR harus menempuh jarak 110 mil laut selama kurang lebih enam jam untuk menyelamatkan mereka.
Tim yang dipimpin oleh Kepala SAR Manado, Herry Sasongko berangkat dari pelabuhan navigasi Bitung pada pukul 4 dini hari. "SAR mendapat laporan dari radio pantai bahwa ada korban kapal tenggelam yang berhasil mencapai rakit," ujar Sasongko.

Di tengah gelombang yang tinggi, Tim SAR berhasil mencapai rakit. Empat anggota regu dengan menggunakan perahu karet menyelamatkan kelima korban yang sudah beberapa hari berada di atas rakit. "Kami tidak bisa memacu kapal penyelamat lebih cepat karena ombak, jadi kecapatan dipertahankan pada 17 knot per jam," ujar Kepala Kamar Mesin, Suprapto.

Setelah itu, kelima korban kemudian dinaikkan ke atas kapal. Saat dipindahkan para korban terlihat sangat lemah dan kulit mereka terbakar sengatan matahari. Korban pun diberi pertolongan awal dengan makanan dan minuman serta selimut.

Selanjutnya mereka dibawa ke Pelabuhan Navigasi Bitung untuk selanjut akan ditangani oleh Tim Medis. Kompas.com yang bersama-sama dengan Tim Penyelamat mengevakuasi korban kesulitan mengorek keterangan lebih jauh, karena kelima korban tidak mengerti bahasa Indonesia.Â

Kapal Berbendera Panama Kandas Akibat Cuaca Buruk di Lombok

Posted: 12 Jan 2013 09:16 PM PST

Kapal Berbendera Panama Kandas Akibat Cuaca Buruk di Lombok
Mataram - Cuaca buruk melanda Perairan Selat Lombok, Nusa Tenggaran Barat. Kapal MV Agnes berbendera Panama terdampar dan kandas di Pantai Cemara, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, akibat dihemas gelombang. Kapal barang itu hendak berlayar menuju Singapura.

"Kapal itu berbedera Panama dengan owner dari Vietnam. Kapal hendak menuju Singapura, dan karena cuaca buruk lalu kandas di Pantai Cemare," kata Adpel Pelabuhan Lembar, Heru Haryanto, saat dihubungi detikcom dari Mataram, Kamis (10/1/2013).

Heru mengatakan, kapal itu kandas 4 mil dari Pelabuhan Lembar usai bongkar muatan semen. Saat dihempas gelombang, kapal dalam keadaan kosong.

Kapal meninggalkan Pelabuhan Lembar pada Selasa (8/1), namun saat kandas dini hari pukul 02.00 Wita, Kantor Adpel Lembar tak mendapat pemberitahuan, sehingga tak langsung mengetahui.

"Saat ini kapal sedang terus bermanuver menggunakan kemampuan mesinnya sendiri untuk keluar dari posisi kandas," kata Heru.

Ia mengatakan, jika kapal tak bisa merapat, maka pihaknya bersiap menarik kapal. Pasalnya kapal yang seluruh awak kapal berkewarganegaraan Vietnam itu sudah kandas selama 3 hari.

Dalam dua hari terakhir, kondisi perairan di Selat Lombok mengalami cuaca buruk. Angin kencang menyebabkan gelombang tinggi, sehingga perairan dinyatakan membahayakan. Pelabuhan penyeberangan Lembar-Padangbai, yang menghubungkan Lombok dengan Bali, diberlakukan sistem buka tutup.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, saat kapal mengantongi Surat Perintah Berlayar dari Adpel Lembar, kondisi perairan Selat Lombok masih belum sepenuhnya membaik.

KM Doulos Tenggelam Diterjang Gelombang di Perairan Manado

Posted: 12 Jan 2013 09:16 PM PST

KM Doulos Tenggelam Diterjang Gelombang di Perairan Manado
Jakarta - Kapal Motor Doulos, kapal penumpang yang melayani rute Pulau Alungbanua-Manado, tenggelam diterjang gelombang laut di bibir pantai Manado. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pemilik kapal, Srikandi Kobis (37) mengatakan, kapal berangkat dari Pulau Alungbanua menuju Manado dengan memuat 15 penumpang bersama 3 unit motor dan barang kelontong, pukul 09.00 WITA, Rabu (9/1/2013).

"Kapal kami kandas dekat muara DAS Tondano karena air laut sedang surut. Kami sempat panik dan berusaha mencari pertolongan," ujar Srikandi.

Saat itu para penumpang belum turun karena seorang anak buah kapal (ABK) pergi mencari bantuan dengan melapor ke Syahbandar Pelabuhan Manado. Namun sampai dua kali melapor, tidak ada respons.

"Bayangkan, dua kali melapor tidak direspons, kami juga sudah beritahu ke Markas Polair, juga tidak ditanggapi. Kami menunggu 4 jam lamanya di atas kapal," tutur Srikandi.

Jelang sore, gelombang pasang mulai naik, membuatnya mengambil kebijakan untuk menyelamatkan penumpang dengan mengevakuasi ke pinggiran pantai dengan menggunakan perahu nelayan.

"Lebih baik saya suruh mereka turun, daripada terjadi apa-apa, sekaligus mencari pertolongan untuk menyelamatkan kapal. Tapi ternyata terlambat, kapal sudah dihantam gelombang sampai tenggelam," cerita Srikandi.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Pelabuhan Manado SD Tampi tidak berhasil ditemui untuk dikonfirmasi. "Bapak lagi tidak ada. Sedang pergi ke Bitung," kata salah seorang pegawainya.

2 Sekoci Berisi 15 ABK Ditemukan Mengapung 2 Mil dari Jepara

Posted: 12 Jan 2013 09:15 PM PST

2 Sekoci Berisi 15 ABK Ditemukan Mengapung 2 Mil dari Jepara
Semarang - Pencarian 15 anak buah kapal (ABK) dari Kapal Samudera XII yang tenggelam di laut Jawa menggunakan helikopter Bell Skuadron 11 SERBU membuahkan hasil. Sekoci yang digunakan para ABK ditemukan 12 mil dari Jepara, Jawa Tengah. Ke 15 orang itu ditemukan setelah dua jam pencarian.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang, Slamet Riyadi mengatakan ada dua sekoci yang digunakan oleh para ABK untuk menyelamatkan diri. Saat ini kapal PT Pelindo III sedang menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Kapal berangkat dari pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan nanti setelah evakuasi akan merapat di Jepara," kata Slamet Riyadi kepada wartawan di markas Skuadron 11 Penerbang Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (12/1/2013).

Ia menambahkan gelombang di perairan Jepara saat mencapai 3,5 meter sampai 4 meter sehingga menjadi kendala untuk proses evakuasi.

"Kami sudah menurunkan logistik (ke ABK)," sambung Slamet.

Sebelumnya, pemilik kapal, Wan Sabra melaporkan kepada Basarnas telah kehilangan kontak dengan kapal PT Tirta Cipta Mulia Persada Batam itu pada hari Kamis (10/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Lalu sekitar pukul 03.00 hari Jumat (11/1) kemarin, Kapal Sevia yang sempat memberi informasi melihat sekoci yang digunakan ABK Kapal Samudra XXI di koordinat 06 13' 37.3" S - 110 00' 69.8" E.

Menurut Humas Basarnas Kantor Semarang, Aris Triyono sudah banyak kapal yang melihat sekoci yang digunakan 15 ABK tersebut namun tidak ada yang berani mendekat karena kondisi cuaca yang buruk.

"Sudah banyak kapal yang lihat tapi tidak berani mendekat. Logikanya kalau mereka mendekat, sekoci bisa tersedot kapal yang mendekat," tandasnya.

Pencarian ABK Kapal Nelayan di Laut Selayar Terkendala Cuaca Buruk

Posted: 12 Jan 2013 09:14 PM PST


Jakarta - Proses pencarian 9 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal MV Emeline yang tenggelam di posisi 06.17,5 LS-Bujur 118.53,62, di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada selasa malam lalu (8/1), hingga kini masih terkendala cuaca buruk.

"Proses pencarian 9 ABK yang berada di lifecraft-nya dan 2 ABK yang dinyatakan hilang masih terkendala cuaca buruk dan ombak yang tingginya sekitar 4 hingga 7 meter, tim kami yang menggunakan dua rescue boat tidak dapat menuju lokasi, selain itu pula kami sudah menggunakan helikopter namun belum menuai hasil maksimal," ujar Humas Basarnas Makassar Hamsidar pada detikcom.

Sebelumnya pada kamis lalu (10/1), sekitar pukul 13.30 WITA, sebanyak 6 ABK berhasil dievakuasi oleh kru KM Mahakam River yang kebetulan melintasi laut sekitar lokasi tenggelamnya kapal yang mengangkut semen tujuan Makassar-Banyuwangi tersebut.

Sementara 9 ABK yang menggunakan sekoci kapal masih terombang-ambing di lautan menunggu proses evakuasi dari tim SAR. Sedangkan 2 ABK lainnya masih dinyatakan hilang.

Sebelumnya diberitakan 17 ABK dalam kondisi selamat, namun setelah dipastikan dari informasi ABK yang selamat diketahui 2 ABK di antaranya dinyatakan hilang di lautan sekitar pulau Tanakeke, Kab. Selayar.

Kapal Dihantam Ombak Tujuh Meter

Posted: 12 Jan 2013 09:13 PM PST

Kapal Dihantam Ombak Tujuh Meter
TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Setelah merapat di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Tribun Kaltim (Tribunnews.com Network) mencoba menanyakan kondisi penumpang di dalam KM Wihan Sejahtera, saat terombang-ambing di laut.

Banyak dari mereka yang mengeluhkan pelayaran kali ini. Hampir seluruh penumpang di dalam kapal diserang mabuk laut.
"Saya dan istri serta kedua anak saya, sangat bersyukur bisa menginjakkan kaki di daratan, karena suasana di atas kapal selama berhari-hari sangat mencekam. Pukulan ombak dari kanan dan kiri membuat kami tersiksa," ujar Wagito, Sabtu (12/1/2013).

"Kasihan anak saya sampai tidak bisa berdiri karena mabuk laut. Tindakan medis yang dilakukan pun minim sekali kepada kami. Padahal, kesalahan ada pada kapal, seharusnya mereka bisa bertanggung jawab," imbuh penumpang asal Jombang, Jawa Timur.

Muhammad Toha, sopir yang truk-nya terbalik di dalam kapal mengungkapkan, KM Wihan Sejahtera sempat berhenti selama satu hari satu malam, karena gelombang setinggi tujuh meter menghantam kapal.
"Saya di dalam kapal hanya bisa berdoa. Biasanya kami para sopir berkumpul di bawah, gabung dengan truk-truk yang kami bawa. Tapi, gelombang itu sungguh dahsyat. Semua sopir naik ke atas, tidak ada yang berani di bawah karena takut tergencet kapal. Jadi, semua masing-masing cari tempat," ungkapnya. (*)

KM Wihan Sejahtera Nekat Lawan Ombak di Laut Masalembo

Posted: 12 Jan 2013 09:11 PM PST


TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Kapal roll on-roll off (roro) dengan nama lambung Wihan Sejahtera, milik PT Trimitra Samudra bermuatan penumpang, barang, dan kendaraan, dapat dikatakan nekat.
Sebab, kapal dari Surabaya dengan tujuan Pelabuhan Semayang Balikpapan, tetap berlayar meski cuaca sedang buruk. KM Wihan Sejahtera berangkat dari Surabaya, Kamis (10/1) pukul 02.00 WIB, dan baru tiba di Balikpapan, Sabtu (12/1) pukul 10.00 WITA.
Padahal, seharusnya waktu normal yang ditempuh dari Surabaya ke Balikpapan menggunakan kapal jenis ini hanya 36-38 jam.
Sebelumnya, Syahbandar Balikpapan telah mengeluarkan imbauan kepada kapal yang bermuatan di bawah 10 ribu ton untuk tidak melakukan pelayaran, sejak Senin (7/1/2013) lalu.
Syahbandar Balikpapan mengeluarkan surat imbauan, terkait data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan gelombang di lautan masih mencapai 4-5 meter.
KM Wihan Sejahtera, dalam pelayaran nasional dapat dikatakan pemain baru, karena baru mengoperasikan kapal ini pada Oktober 2012, dan baru melakukan pelayaran sebanyak 25 kali.
Kapal yang dipimpin Capt Stefanus, adalah salah satu kapal yang diimbau Syahbandar Balikpapan untuk tidak berlayar, walaupun kapal jenis roro bermuatan di atas 10 ribu ton.
Namun, muatan di dalamnya berisi penumpang manusia, dan dengan pelayaran ini Syahbandar Balikpapan sangat mengkhawatirkan penumpang di dalamnya.
Menurut Kepala Cabang PT Trimitra Samudra Endhi Rendarto, KM Wihan Sejahtera sudah mendapatkan izin berlayar dari Syahbandar Surabaya. Sehingga, dengan izin yang dipegang dan didukung kesediaan nakhoda untuk memberangkatkan kapal, maka KM Wihan Sejahtera diberangkatkan.
"Kapal ini dibuat tahun 1995. Kapasitas penumpang kapal bisa dimuat 500 orang, 70 kendaraan besar berupa truk berbagai jenis, 20 unit kendaraan roda empat kecil, dan 20 unit roda dua. Sedangkan, pada pelayaran kali ini. Kami memuat sedikitnya 250 penumpang manusia, truk sebanyak 70, mobil kecil 12 unit, dan motor 20 unit," jelasnya.
Endhi menuturkan, pihaknnya mendapatkan kabar dari kapal, bahwa kapal sedang dipukul gelombang besar di Laut Masalembo. Akibatnya, dua truk bermuatan sembako dan sayuran terguling. Laporan itu juga menyebutkan truk mengalami kerusakan.
"Semua kendaraan yang berada di dalam kapal sudah kami asuranskan. Jadi, semua jenis kerusakan akan diganti. Sedangkan isi muatan di dalam truk biasanya tidak bisa diklaim di asuransi. Mungkin, yang mengganti dari perusahaan ekspedisinya," jelas Endhi.
Setelah kapal merapat ke dermaga, Tribun Kaltim (Tribunnews.com Network) mencoba masuk ke dalam kapal, untuk melihat langsung kondisi kendaraan-kendaraan di dalam kapal.
Ternyata benar, ada dua truk dengan berat muatan masing-masing dua ton bernomor polisi L 9928 US dan L 9930 UR milik PT Yudha Abadi Samudra, terbalik. Sehingga, muatan di dalamnya terhambur.
Banyak juga kendaraan lain bernasib sama. Namun, tidak separah kedua truk tersebut. Endhi juga mengatakan, untuk keberangkatan selanjutnya, KM Wihan Sejahtera masih menunggu kepastian dari Syahbandar Balikpapan. (*)

Sejumlah ABK Kapal Tenggelam di Karimunjawa Ditemukan

Posted: 12 Jan 2013 09:09 PM PST

Metrotvnews.com, Karimun: Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) telah menemukan nasib anak buah kapal Tirta Samudra 21 yang tenggelam pada Jumat (11/1), di laut Karimunjawa. Basarnas menemukan mereka dari pantauan udara.

Cuaca yang masih buruk di wilayah laut Karimunjawa membuat tim SAR belum bisa melakukan evakuasi para korban. Namun mereka telah diberikan logistik berupa makanan dan air mineral, agar mereka tetap bertahan hidup sambil menunggu penyelamatan melalui jalur laut.

Belum bisa dipastikan apakah yang di dalam sekoci berjumlah 15 orang, karena yang tampak dari pantauan  helikopter Bell 412 penerbang skadron XI hanya dua orang.

Dalam penerbangan selama satu setengah jam, tim menemukan posisi dua sekoci di sekitar perairan Karimunjawa, Jepara, di sebelah utara Tanjung Jati atau 12 mil dari Pantai Jepara.

Tim juga telah meminta bantuan Kapal KRI Suro, Surabaya, dan Semarang untuk menolong mereka. Berdasarkan prediksi Basarnas, mereka akan bergeser dari arah ke timur mengikuti arus dan angin.(DNI)

lihat videonya disini http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/01/12/6/168645/Sejumlah%20ABK%20Kapal%20Tenggelam%20di%20Karimunjawa%20Ditemukan

Cuaca Buruk, Kapal yang Mengevakuasi 15 ABK Kembali ke Semarang

Posted: 12 Jan 2013 09:07 PM PST

 

Semarang - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berusaha mengevakuasi 15 anak buah kapal (ABK) dari kapal Samudera XII di laut Jawa. Cuaca menjadi kendala utama dalam proses evakuasi yang dilakukan menggunakan helikopter Bell Skuadron 11 SERBU dan kapal PT Pelindo III.

Pilot helikopter Bell Skuadron 11 SERBU, Kapten Bayu Setyo mengatakan Skoci pertama diketahui berada di koordinat 06 14' 18.3" S - 110 46' 00" E dan skoci ke dua ada di koordinat 06 14' 27" S - 110 46' 02 E.

"Ditemukan dua sekoci berwarna oranye. Jarak kedua sekoci sekitar satu kilometer," kata Bayu sebelum take off menuju lokasi dari markas skuadron 11 Penerbad Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (12/1/2013).

"Kondisi cuaca semakin siang anginnya semakin kencang," sambungnya.

Rencananya helikopter Bell Skuadron 11 SERBU akan menyalurkan logistik untuk kedua kalinya dan memberikan alat komunikasi ke sekoci yang sudah diketahui koordinatnya itu. Selain itu juga akan memandu Kapal PT Pelindo III yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menuju lokasi kapal.

Namun rencana tersebut terpaksa harus ditunda. Kepala kantor Basarnas Semarang, Slamet Riyadi menambahkan, cuaca yang buruk membuat kapal PT Pelindo III yang tadinya akan mengevakuasi dua sekoci tersebut terpaksa kembali merapat di Semarang.

"Cuaca buruk, ombaknya tinggi. Kapal akan kembali merapat ke Semarang dulu," kata Slamet.

Sementara itu helikopter hanya akan memberi logistik dan alat komunikasi lalu kembali ke Semarang.

Sebelumnya, pemilik kapal, Wan Sabra melaporkan kepada Basarnas telah kehilangan kontak dengan kapal PT. Tirta Cipta Mulia Persada Batam itu pada hari Kamis (10/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Lalu sekitar pukul 03.00 hari Jumat (11/1) kemarin, Kapal Sevia yang sempat memberi informasi melihat sekoci yang digunakan ABK Kapal Samudra XXI di koordinat 06 13' 37.3" S - 110 00' 69.8" E.

Kapal Tongkang Terobos Keramba Mutiara

Posted: 12 Jan 2013 09:05 PM PST


REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kapal tongkang yang mengangkut batu bara untuk kebutuhan PLTU NTT II Bolok, Sabtu menerobos keramba mutiara milik PT Timor Otzuki Mutiara (TOM) di Teluk Lalendo Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Penerobosan keramba mutiara milik perusahan Jepang itu dilakukan setelah mendapat izin dari Pelindo III dan Administrator Pelabuhan Tenau Kupang, kata Humas PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur Paul Bola, Sabtu malam.

Kapal tongkang yang membawa batu bara itu sudah tiba di perairan Tenau Kupang sejak November 2012, namun tidak bisa merapat ke dermaga PLTU Bolok karena terhalang keramba mutiara milik PT TOM.

Pemerintah NTT bersama instansi terkait sudah menggelar rapat bersama PT TOM beberapa kali dan sudah ada kesepakatan untuk memindahkan keramba mutiara, tetapi perusahan itu tetap tidak melaksanakan kesepakatan.

"Hari ini, kapal tongkang sudah merapat ke Pelabuhan PLTU Bolok. Pergerakan kapal tongkang tersebut dikawal Polisi Perairan Polda Nusa Tenggara Timur setelah mendapat izin dari Pelindo dan Adpel," kata Paul Bola terkait tindak lanjut dari kesepakatan rapat bersama Pemerintah Provinsi NTT dan instansi terkait pada hari Jumat (11/1).

Dalam rapat koordinasi bersama yang dihadiri PT PLN, PLTU, Polair, Adpel, dan Pelindo untuk membahas masalah pelanggaran batas koordinat oleh PT TOM yang menggangu pergerakan kapal tongkang ke PLTU Bolok, memutuskan untuk menggilas keramba mutiara yang sudah melewati batas yang telah ditentukan.

Keputusan tersebut diambil karena sejak beberapa bulan lalu. Perusahan itu sudah diminta untuk memindahkan keramba mutiara tetapi tidak dilaksanakan.

Paul Bola mengatakan bahwa pergerakan kapal berjalan lancar tanpa hambatan karena mendapat kawalan dari Polisi Perairan Polda NTT.

Kapal Kargo Vietnam Kandas di Perairan Tuban

Posted: 12 Jan 2013 09:04 PM PST

 
Metrotvnews.com, Tuban: Kapal Kargo Sunrise 18 berbendera Vietnam kandas di Pantai Tanjung Awar-awar, Desa Purworejo, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (12/1) sore. Kapal berkapasitas 18 ribu ton itu dihantam ombak besar setinggi lebih dari empat meter. Kapal itu merupakan satu dari enam kapal yang kandas akibat hantaman cuaca buruk.

Kapal sedianya mengangkut semen curah di Pelabuhan PT Semen Gresik di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban. Saat mendekati pelabuhan, ombak besar menghantam kapal sehingga terseret sejauh 7 kilometer. Kapal pun kandas di Pantai Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu atau perairan Tuban.

Seluruh anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 24 orang selamat . Hingga kini, mereka masih bertahan di dalam kapal.

Administratur Pelabuhan PT Semen Gresik, Aris, mengatakan kapal masih pada posisi kandas. Kapal terjebak batu karang dan hingga kini belum dapat dievakuasi. Selain Kapal Kargo Sunrise 18, lima kapal lain pun kandas di tepi pantai. Tiga di antaranya kapal tongkang batu bara.(Wrt1)

sumber

Cuaca Ekstrem di Selat Sunda, Kapal Roro Dibatasi

Posted: 12 Jan 2013 09:02 PM PST

Cuaca Ekstrem di Selat Sunda, Kapal Roro Dibatasi
Citizen6, Bakauheni: Pengaruh cuaca buruk dalam tiga hari terakhir mengakibatkan PT ASDP Cabang Bakuaheni hanya mengoperasikan 17 kapal Roll on Roll Off( Roro). Bahkan hingga siang kemarin, Jumat 11 Januari 2013, armada kapal roro yang melayani penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni hanya berjumlah 17 kapal. Sementara dermaga yang beroperasi hanya dermaga 1,2 dan 3.

Hal tersebut dibenarkan oleh Manajer Operasional PT ASDP cabang Bakauheni, Heru Purwanto, Jumat 11 Januari 2013. Cuaca ekstrim di perairan Selat Sunda memaksa beberapa kapal untuk tidak beroperasi sementara waktu. Kapal-kapal yang diizinkan beroperasi hanyalah kapal-kapal yang memungkinkan untuk berlayar. Pengaruh gelombang dan arus mengakibatkan waktu tempuh pun menjadi lebih lama dibandingkan hari biasa.

Akibat dari cuaca ekstrem ini, Heru juga menghimbau kepada para nahkoda kapal agar tidak memaksakan diri untuk berlayar. Karena cuaca yang terjadi saat itu kecepatan angin bisa mencapai 40 knot per jam. Sedangkan malam harinya diperkirakan gelombang perairan Selat Sunda bisa mencapai 3 meter lebih.

Heru menambahkan, dari 17 kapal yang beroperasi tersebut hanya tercapai sekitar 47 trip, artinya ada penurunan hampir sekitar 50 persen. Jika dibandingkan pada hari normal, jumlah kapal yang beroperasi bisa mencapai 28 kapal dengan jumlah trip 88 hingga 90 trip.

"Kita masih mengoperasikan kapal roro sama seperti kemarin. Belum ada penambahan kapal, karena kapal yang tak beroperasi, sementara masih anchor, " jelasnya.

Akibat minimnya armada kapal yang beroperasi, antrian kendaraan pun kian menumpuk di kantong-kantong parkir Pelabuhan Bakauheni. Ditambah lagi dermaga 4 dan 5 untuk sementara tak dioperasikan. Bahkan antrian truk di luar pelabuhan mengular hingga 5 Kilometer hingga ke Rumah Makan Mandailing KM 5 Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel). Tak hanya itu, sepanjang 2 kilometer di Jalur Lintas Timur (Jalintim) banyak truk yang berhenti tepat di depan Menara Siger. (Hendricus Widiantoro/Mar)

Menanti Kapal dari Seberang

Posted: 12 Jan 2013 09:02 PM PST

Menanti Kapal dari Seberang  Arus kendaraan terutama truk barang dari ujung utara Sumatra, terus mengalir ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Pelabuhan Bakauheni menjadi tumpuan terakhir para sopir truk dan mobil pribadi, untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, begitu sebaliknya.

Cuaca yang tak 'bersahabat' di perairan laut Selat Sunda dan terputusnya jalur tol Jakarta-Merak, berdampak pada moda transportasi laut, kapal feri (roll on rool off/roro), dalam tiga hari terakhir. Hingga Ahad (13/1), antrean truk barang masih terjadi di Pelabuhan Bakauheni, hingga 'muntah' ke jalan lintas Sumatra.

Polisi terpaksa kerja ekstra keras, untuk mengatur arus lalu lintas, bagi truk yang ingin masuk pelabuhan dan yang keluar dari pelabuhan Bakauheni menuju kota Bandar Lampung. Hari-hari sebelumnya, antrean truk sudah mencapai 11 kilometer di jalur tersebut; semua ingin menyeberang ke Pulau Jawa.

Penumpukkan kendaraan lantaran PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP-IF), hanya mengoperasikan 17 kapal roro, dan memfungsikan tiga dari lima dermaga yang ada baik di Bakauheni maupun Merak. "Cuaca sangat buruk beberapa hari terakhir, jadi kami hanya operasikan 17 kapal," kata Kepala Cabang PT ASDP-IF Bakauheni Lampung, Yanus Lantenga, kepada Republika, di Bakauheni, Ahad (13/1).

Ia mengakui berkurangnya kapal yang jalan dan berkurangnya dermaga yang berfungsi, menyebabkan terjadinya penumpukkan kendaraan yang ingin menyeberang. "Demi menjaga keselamatan penumpang dan kendaraan, kami membatasi jumlah kapal roro," ungkapnya.

Sejak Sabtu (12/1) petang, seiring cuaca di laut kembali normal, jumlah kapal pun bertambah menjadi 25 unit, dan lima dermaga berfungsi kembali. Antrean truk dan mobil pribadi di luar pelabuhan atau di jalan lintas Sumatra kembali berkurang dari belasan kilometer menjadi satu kilometer.

Kedatangan kapal di dermaga 1, 2, 3, 4, dan 5 Pelabuhan Bakauheni, menjadi harapan para sopir truk dan mobil pibadi, yang sudah "mengetem" lebih dari enam jam, bahkan ada yang sudah bermalam. Aktivitas bongkar muat kapal yang sandar dibatasi hanya 45 menit.

Para petugas ASDP pun  sibuk bukan kepalang. Aksi main serobot truk dan mobil pribadi untuk masuk lambung kapal, pun tak terelakkan. Maklum, penantian kapal dari seberang sudah menjadi harapan para sopir yang sudah rela bermalam di pelabuhan, dengan biaya 'hidup' di jalan sudah menipis.

Kericuhan antar para sopir truk mulai terjadi. "Jalur tembak" seakan kembali berlaku di pelabuhan, setelah tiga hari "tenang". Menurut Yandi, sopir truk asal Lampung tujuan Jakarta, sudah menjadi rahasia umum, kalau antre di dermaga ada truk yang bisa masuk kapal duluan. "Biasanya melalui jalur tembak, bayar berapa gitu," ungkapnya.

Dari penelusuran di wilayah Bakauheni, memang, permainan para sopir, calo truk pelabuhan, dan petugas pelabuhan, seperti tersusun rapi. Truk yang nyelonong menyalip truk lain agar bisa masuk kapal duluan, harus menyerahkan "upeti" berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribuan.

Sepanjang jalan lintas Sumatra, di kanan dan kirinya kerap menemukan plang nama seseorang. Nama-nama tersebut menjadi "langganan" para sopir truk, yang konon agar bisa mulus masuk pelabuhan hingga ke dalam kapal feri. Para sopir saat di perjalanan menuju pelabuhan hanya bisa berkomunikasi dengan telepon seluler, dan ketemu dengan seseorang yang bermotor di pelabuhan . "Terjadilah transaksi di sana," kata Navi, warga Bandar Lampung, yang setiap pekan hilir mudik ke Lampung-Jakarta.

Pada kondisi antrean sudah mencapai belasan kilometer di luar pelabuhan, aksi seperti ini masih terjadi.Kedatangan kapal dari seberang (Pelabuhan Merak, Banten), yang diharapkan para sopir, terkadang hanya tinggal harapan. Truk-truk yang mengantre di depan saja, bisa kalah, dengan yang di belakang, untuk masuk kapal feri.

"Kita tidak bisa berbuat banyak, semua petugas yang ngatur, kami hanya nurut aja," kata Yandi, sopir truk angkutan barang rumah tangga dari Lampung. Informasi yang diperoleh, kisaran transaksi jalur tembak bisa mencapai ratusan ribu rupiah satu truk.

Kacab PT ASDP-IF Bakauheni, Yanus Lantenga, mengatakan saat cuaca sudah normal kembali sejak Jumat hingga Ahad ini, antrean kendaraan terutama truk barang sudah berkurang. Menurut dia, pengaturan lalu lintas arus truk ke kapal sesuai prosedur yang berlaku, tidak ada yang saling mendahului.

Ia mengatakan saat ini gelombang laut sudah normal, dan jalan tol sudah bisa dilewati, ASDP sudah mengoperasikan 25 unit kapal roro dengan lima dermaga yang berfungsi. Sedangkan trip kapal yang berlayar Bakauheni-Merak sudah mencapai 80 trip. Jadi, kata dia, pada Ahad ini penumpukkan kendaraan sudah terurai.

QAC Anuta Waya

Posted: 12 Jan 2013 09:00 PM PST

QAC Anuta Waya
Simple, yet professional

Dear Sir/Madam


We take this opportunity to introduce company.
QAC Anuta Waya is an Marine & Oilfield Drilling Crew Agencies Company that believes in providing quality services to all its clients with experienced & safety oriented crew company. We are dedicated to what we do and takes full pride in our people and our work. When you work with us, you know you are working with the RIGHT people.

We always recruit the crew who has experience/responsibility with their position and having all required document based on the International standard. We will follow company procedures and rules and we will work hard and professional to fulfill the will of your company.

As a crewing and manning agent, the company is engaged in recruiting well qualified, experienced, professional and skilled seafarers to international vessels.
Our manning company here in Jakarta, Indonesia is formulating well to supply selected and professional crews of all grades from Officers to Ratings. We have the ability to think analytically and demonstrate sound judgement before deploying the crews on board.
Our vision is the employment of seafarers and contributing to the economy and meeting the expectation of the ship owners. Our company is now in accelerating position to supply crews for Dry Cargo Vessels, Bulk Carriers, Container Vessels, Product Tankers, and Chemical Tankers to the World Wide Shipping companies.

Drilling Rig Manning for onshore and offshore rigs We provide drilling companies with conventional and specialist crew for drilling jobs. We provide services from the start to the finish providing our clients a comprehensive one stop solution for the personnel needs. Safety and Technical Training for Oilfield We also facilitate training courses for conventional jobs (for example drillers and crane operators). We also help facilitate specialist training courses such as Fire & Safety courses, HUETS, sea survival courses and rig evacuation courses etc.

Our code of ethics is to pursue our business with integrity, respecting the different cultures and the dignity and rights of individuals in all the countries where we operate. We have interpersonal communication skill and to be intractive with others whom we encounter.

Soliciting the favour of our clients, assuring our best services and operation at all times with our motto to serve our clients to their utmost satisfaction.
Should you need any further information, please feel free to contact us at anytime. We are looking forward to establish a mutually beneficial relationship for long term business.


Best Regards,


Herman Moningka
Director
+62 813 1501 8621
moningka_herman@yahoo.co.id

Pak Yanto,
Kami pt QAC Anuta Waya siap bekerjasama/join partner ship utk pengadaan crew segala posisi ; dapat hubungi saya Herman Moningka Hp 081315018621 ;
Kami tunggu konfirmasinya

Tq
Herman

Powered by Telkomsel BlackBerry®
----------

 

Deck Officer & Engine Officer PT. SPIL Untuk Kawasan Indonesia

Posted: 12 Jan 2013 08:59 PM PST

 

Deck Officer & Engine Officer PT. SPIL Untuk Kawasan Indonesia

Mohon ijin untuk memasang iklan kebutuhan crew kapal di perusahaan kami
(PT. Salam Pacific Indonesia Lines - SPIL)

Adapun kebutuhan kami :

1. *Deck Officer*
2. *Engine Officer*

Dengan kualifikasi :

* Ijazah ANT IV, III, II, I
* Ijazah ATT IV, III, II, I
* Memiliki sertifikat BST, SCRB, MEFA, AFF & Sertifikat Kesehatan

CV dan Photo silahkan dikirim ke :
*PERSONALIA LAUT
Jl. Kalianak 51 F Surabaya*
atau Email :
*recruitment_crew@spil.co.id
*
Have a nice day !!!

Warm Regards,
/Ship Personnel Management/
Deck Officer & Engine Officer PT. SPIL Untuk Kawasan Indonesia

3rd Officer For Chemical Tanker

Posted: 12 Jan 2013 08:58 PM PST

 

Dear Seafarers,

Kami sedang mencari kandidat  untuk kapal chemical tanker untuk posisi:

  
3/O
    Salary                 : USD 2730
    Type                   : Chemical Tanker
    Contract            : 6 Months
    Trading Area : Asia

Memiliki Sertifikat Chemical Tanker dan Pengalaman Di kapal Chemical  

Silahkan kirim CV ke : ade.sukron@hits.co.id

Brgds,
Ade Sukron
PT.
MCSInternasional
subsidiary of PT.
HumpussIntermoda
Transportasi Tbk.
Granadi Building 5th Floor

Jl. H.R Rasuna Said Blok X-1 Kav. 8-9 Jakarta

Phone: (62 21) 252
4114 Ext. 182
Fax :
021-52964555
Mail : ade.sukron@hits.co.id

[Non-text portions of this message have been removed]


__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)

Recent Activity:
1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli pengirim berita.
2.      ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.



.

__,_._,___

Lowongan Pelaut Untuk MASTER,ANT 1, BULK CARRIER, LOCAL

Posted: 12 Jan 2013 08:57 PM PST

 

Lowongan Pelaut Untuk MASTER,ANT 1, BULK CARRIER, LOCAL

Kami perusahaan pelayaran yang sedang berkembang membutuhkan MASTER. Area pelayaran : Perairan Indonesia

 ***MASTER / ANT1***

***HARUS PUNYA PENGALAMAN DI KAPAL BULK CARRIER > 20 GT.***

Bagi yang berminat silahkan kirim E-mail ke : crew@glsship.com

atau Silahkan datang langsung ke kantor kami.

PT. Gurita Lintas Samudera
Jl. Tomang Raya No.47 E
Jakarta 11440 – Indonesia.
www.glsship.com
Phones: +62 21 568 6369 ( Hunting ) ext: 106,104 Contact person: Agus, Iman
Fax:+62 21 560 0983
+62 21 563 0584
+62 21 563 0565
Lowongan Pelaut Untuk MASTER,ANT 1, BULK CARRIER, LOCAL

VACANCY!!! Hotel in Mouvenpick and APPOLO Cruises

Posted: 12 Jan 2013 08:57 PM PST

 

VACANCY!!! Hotel in Mouvenpick and APPOLO Cruises
 
Dear All,

We are looking for candidates who interesting to work at Saudi Arabia (Mouvenpick, Jeddah, Madina Hote)l and APPOLO CRUISES   as follows :

1. Mouvenpick Hotel in needed :

* House keeping
* Waiters
* Cook
2.  Appolo Cruises Hotel in needed :

* Snack bar attendant
* Utility Housekeeping
* Pool Attendant
*.House keeping Cleaner
* Bar Utility
*.Commish 1, 2, 3
* CDP, SOUCE CHEF
*.Cook Helper/Kitchen Cleaner

All applicants must bring your updates CV with latest pothograph or send your CV to seasindonesia@yahoo.co.id or seafarerindonesia@yahoo.co.id. Thank you

Requirements:
-Max  35 years old. Min 22 Years Old

-At least able to understand English ( Not necessary fluent in English for Saudi Arabia Hotel )
-Passport
-Experience at least  a year in the same position
-Contract 2 years for Saudi Arabia
-Contract for Appolo Cruise between 6 to 8 months.

* Final Interview will be on 13 - 15 of January ( Appollo Cruises in Jakarta)
* Final Interview on Skype directly with user of Saudi Arabia Hotel Principle.

Kindest regards,

Hery
Improvement is frame of mind

The Seafarer Indonesia (TSI)
Office1.

Jelambar Barat Raya No 12. Rt 03 Rw10
Jakarta 11460 - INDONESIA
Phone  :  +  62.21. 5640575

Mobile : + 62.8571.707.3770

Office2.
Ruko Bintaro Bloq H/S no 5

Sektor 2 Bintaro, Jaya Tanggerang

Artikel Terkait: Berita Kapal

Description: Berita Kapal Rating: 5.0 Reviewer: Ruly Abdillah Ginting ItemReviewed: Berita Kapal
Comments
0 Comments

{ 0 comments... read them below or add one }

Pasang Iklan Anda Disini Hanya Rp. 50,000,-/bulan hubungi ruly.abdillah@gmail.com

Followers

Berlangganan Via Email -masukan email anda dibawah ini !

There was an error in this gadget

Disclaimer